Saturday, November 10, 2012

Pengenalan ayat 256 Al Baqarah untuk anak Yusof Rawa


Pasti kalau Haji Yusof rawa masih hidup, dia akan berkata, "Ranap PAS bawah Nik Ajis ni. Dah macam di nik anjingkan puak liberal dan kafir."

Lebih menyayatkan hati apabila dia ketahui anaknya sendiri Mujahid ada sama-sama dengan Nurul Izzah di gereja tersebut.


Selepas bising gini, dia pun turut memberi sokongan pada Nurul. Jusof Rawa akan tertanya di mana silapnya sebagai ayah kepada anaknya, Mujahid.

Oleh kerana Yusof Rawa tiada lagi, biar The Unspinners ajar Ketua Penerangan parti yang ngaku perjuangkan Islam tapi lebih kayak dipanggil Pas Piss Puss ....

Allah Ta’ala berfirman:


لآَإِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَن يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لاَ انْفِصَامَ لَهَا وَاللهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(Al-Baqarah: 256).

Tafsir Ayat :

Ayat ini menerangkan tentang kesempurnaan ajaran Islam, dan bahwasanya karena kesempurnaan bukti-buktinya, kejelasan ayat-ayat dan keadaannya merupakan ajaran akal dan ilmu, ajaran fitrah dan hikmah, ajaran kebaikan dan perbaikan, ajaran kebenaran dan jalan yang lurus, maka karena kesempurnaannya dan penerimaan fitrah terhadapnya, maka Islam tidak memerlukan pemaksaan, karena pemaksaan itu terjadi pada suatu perkara yang dijauhi oleh hati, tidak memiliki hakikat dan kebenaran, atau ketika bukti-bukti dan ayat-ayatnya tidak ada, maka barangsiapa yang telah mengetahui ajaran ini dan dia menolaknya maka hal itu di dasari karena kedurhakaannya, karena ( قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ) “sesung-guhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat” hingga tidak ada suatu alasan pun bagi seseorang dan tidak pula hujjah apabila dia menolak dan tidak menerimanya.

Tidak ada perselisihan antara pengertian ayat ini dengan ayat-ayat lainnya yang mengharuskan berjihad, karena Allah telah memerintahkan untuk berperang agar agama Allah semuanya hanya milik Allah, dan demi memberantas kesewenang-wenangan orang-orang yang melampaui batas terhadap agama, maka kaum muslimin telah berijma’ bahwa jihad itu telah ditetapkan bagi orang yang baik maupun orang yang jahat, dan bahwasanya jihad itu di antara kewajiban-kewajiban yang berkesinambungan baik jihad perkataan maupun jihad perbuatan, dan siapa saja di antara ahli tafsir yang berpendapat bahwa ayat ini meniadakan ayat-ayat jihad hingga mereka menyatakan dengan tegas bahwa ayat-ayat jihad itu telah dihapus, maka pendapat mereka itu lemah secara lafazh maupun makna, sebagaimana hal itu jelas sekali bagi orang-orang yang merenungkan ayat yang mulia ini, sebagaimana juga telah kami jelaskan sebelumnya.

Kemudian Allah ta’ala menyebutkan pembagian manusia kepada dua bagian; pertama, manusia yang beriman kepada Allah semata yang tidak ada sekutu bagiNya dan kafir kepada thagut yaitu segala hal yang meniadakan keimanan kepada Allah dari kesyirikan dan selainnya maka orang ini telah, ( اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى ) “telah ber-pegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus” yang tidak ada putusnya, bahkan tali itu lurus di atas ajaran yang benar hingga sampai kepada Allah dan negeri kemuliaanNya, kedua dapat diambil dari pemahaman terbalik ayat ini yaitu bahwa barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah bahkan dia kafir kepadaNya dan beriman kepada thagut, maka dia akan binasa dengan kebinasaan yang abadi dan disiksa dengan siksaan yang selamanya.

Dan firmanNya, ( وَاللهُ سَمِيعٌ ) “Dan Allah Maha Mendengar” yaitu kepada segala suara dengan segala macam perbedaan bahasanya menurut segala bentuk kebutuhannya, dan juga Maha Mendengar akan doa orang-orang yang bermunajat dan ketundukan orang-orang yang merendahkann diri (kepadaNya) ( عَلِيمٌ ) “lagi Maha Mengetahui” segala yang disembunyikan oleh hati, dan segala perkara yang tersembunyi dan tidak nampak, hingga Dia membalas setiap orang sesuai dengan apa yang diperbuatnya dari niat maupun amalannya.


Pelajaran yang bisa diambil dari ayat ini di antaranya adalah :

1. Tidak ada paksaan bagi seseorang untuk memeluk agama Islam, karena telah jelas yang mana petunjuk dan yang mana kesesatan, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman (لآَإِكْرَاهَ فِي الدِّين) tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). Dan dari firman Allah ini juga menjelaskan bahwa tidak boleh bagi seseorang untuk memaksa seseorang memeluk agama islam. as-Sunnah telah menjelaskan tentang cara bermuamalah dengan orang-orang kafir, yaitu dengan medakwahkan Islam kepada mereka, jika mereka enggan maka wajib atas mereka untuk membayar jiziyah, dan jika mereka tidak mau kita perangi mereka.

Baca sepenuhnya di sini


Hai berok-berok!

Bukanlah langsung tuhan kata tiada paksaan maka maksudnya tak boleh paksa orang Islam kekal dalam Islam dan mahu keluar ugama.


3 comments:

  • Anonymous says:
    November 10, 2012 at 6:41:00 PM GMT+8


    Iman bukan warisan, ramai anak-anak yang didik dengan asas agama sewaktu kecil, namun fitrah manusia anak yang membesar sering mengubah haluan kehidupan beragama kepada amalan dan ikutan yang bertentangan ajaran agama.

    Yusuf rawa kalau bolih hidup esok hari, aku agak pedang yang akan dicari dulu untuk pengal kepala mujahid anaknya yang mencunting arang kemuka bapaknya.

    puluhan tahun pas ada kekuatan cuma untuk ceramah tak ada penyudah....berapa ramai kafir yg berjaya diislamkan????...pas sendiri menjadi kafir lagi ramai.

  • Anonymous says:
    November 10, 2012 at 7:20:00 PM GMT+8

    Mungkin sudah di tebuk, terpaksa lah..

  • Anonymous says:
    November 11, 2012 at 9:25:00 AM GMT+8

    Tidak dapat diriku menahan ketawa di atas ungkapan di atas. "berapa ramai kafir berjaya diIslamkan., Pas sendiri menjadi kafir lagi ramai" Memang terbaiiiiiiiik. Tepat buat manusia2 Munafik yang sesuka hati mengkafirkan orang lain. Tiba masa hari ini Allah yang Maha Berkuasa Lagi Maha Mengetahui telah menterbalikkan segala kata nista itu ke atas kumpulan manusia degil bernama Ahlul PAS Al- Munafikun.. Insya Allah makin ramai Ahli Pas yang akan mendapat hidayah dan petunjuk untuk kembali ke jalan agama Islam yang lurus lagi benar... Amin..

fda

Link2Me WeLinkBk (254)